Mulai Senin depan, suasana di kantor-kantor pemerintah Filipina bakal berubah. Presiden Ferdinand Marcos Jr. baru saja mengumumkan kebijakan kerja empat hari dalam seminggu. Langkah ini diambil sebagai respons atas melonjaknya harga bahan bakar minyak, yang tak lepas dari ketegangan di Timur Tengah.
Menurut sejumlah analis, perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran ikut mendorong kenaikan harga minyak global. Nah, di tengah situasi itu, pemerintah Filipina berusaha mencari solusi penghematan energi. “Ini langkah sementara,” begitu kira-kira penekanan Marcos.
Dia menjelaskan, sistem empat hari kerja itu akan diberlakukan mulai 9 Maret mendatang. Namun begitu, aturan ini punya pengecualian.
“Dari pihak pemerintah, mulai Senin, 9 Maret, kami akan menerapkan sementara sistem kerja empat hari seminggu di beberapa kantor cabang eksekutif. Ini tidak termasuk kantor-kantor yang menyediakan layanan darurat atau layanan penting, seperti polisi, pemadam kebakaran, dan kantor-kantor yang menyediakan layanan garda depan kepada masyarakat,”
Artikel Terkait
Transjakarta Gelar Festival Rekrutmen, Buka Lowongan untuk Dongkrak Layanan Transportasi
Kapolri Resmikan 57 Jembatan Merah Putih Presisi di Sumsel, Permudah Akses Warga
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas ke Besuk Kobokan
AS Setujui Penjualan Darurat 12.000 Bom ke Israel Senilai Rp2,4 Triliun