Di sisi lain, bagi para aktivis yang sempat mendekam, perjalanan hukum ini meninggalkan luka. Delpedro Marhaen secara terbuka menuntut pemulihan nama baik. Dia bilang, negara harus bertanggung jawab memulihkan martabat mereka.
Kerugiannya nyata. Ada yang kehilangan pekerjaan, ada yang kuliahnya terbengkalai. Belum lagi biaya hukum dan hidup yang membengkak selama proses sidang berlangsung. Itu semua hal konkret yang harus mereka tanggung.
Lantas, bagaimana respons pemerintah? Menko Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan sikap menghormati putusan pengadilan yang independen itu. Dia mengimbau semua pihak untuk menerima hasil akhir ini.
Dengan kata lain, kasus ini benar-benar ditutup. Putusan bebas itu menjadi akhir dari sebuah babak panjang yang penuh ketegangan. Bagi sebagian orang, ini adalah kemenangan bagi kebebasan berekspresi. Bagi yang lain, mungkin ini adalah sebuah catatan tentang bagaimana hukum seharusnya bekerja.
Artikel Terkait
PLN Beri Diskon Tambah Daya Listrik Khusus Pelanggan 1 Fasa di Ramadan 2026
Alumni Agraria Sumbang Masukan untuk RUU Administrasi Pertanahan
Investor China dan Rekan Dianiaya Massa Saat Tinjau Calon Tambang Emas di Enrekang
Bandara Dubai Lumpuh Total Usai Pencegatan Drone Diduga dari Iran