Lalu, Bagaimana dengan Rute Jawa-Bali?
Rute penyebrangan ke Pulau Dewata juga dapat pengaturan ketat. Aturannya berlaku lumayan lama, dari 13 Maret jam 12 siang sampai 29 Maret tengah malam.
Kalau tujuan kamu Bali (lewat Pelabuhan Ketapang), yang diprioritaskan itu sepeda motor, mobil penumpang, dan bus. Buat mobil barang, diarahkan ke dermaga lain, yaitu LCM dan Bulusan. Truk besar yang mau lanjut ke NTB malah harus lewat jalur lain, yaitu Jangkar-Lembar atau Tanjung Wangi-Gilimas.
Sebaliknya, kalau dari Bali balik ke Jawa (lewat Gilimanuk), prioritasnya sama: motor, mobil, dan bus. Kendaraan barang nggak diprioritaskan dan bakal dibatasi pengangkutannya.
Perhatian khusus buat yang lewat saat Nyepi! Operasional penyeberangan bakal ditutup sementara tanggal 18-20 Maret 2026. Penutupan di Ketapang mulai 18 Maret sore, sementara di Gilimanuk baru mulai esok paginya, tanggal 19 Maret.
Satu Hal yang Wajib: Reservasi Online!
Ini nih yang harus banget diingat. Semua pemudik yang mau nyebrang wajib reservasi tiket online lewat aplikasi Ferizy sebelum sampai pelabuhan. Jangan coba-coba datang langsung tanpa tiket yang udah dipesen, karena kamu nggak bakal boleh masuk.
Pemerintah juga nerapin sistem pembatasan radius di sekitar pelabuhan. Intinya, kamu harus punya tiket sebelum masuk area ini.
Di lintas Jawa-Sumatra, radiusnya 4,71 km dari Pelabuhan Merak (patokannya Hotel Pesona Merak) dan 4,24 km dari Bakauheni (patokan Balai Karantina).
Sedangkan di lintas Jawa-Bali, area terbatasnya 2,65 km dari Pelabuhan Ketapang (patokan Terminal Sri Tanjung) dan 2 km dari Gilimanuk (patokan Terminal Kargo).
Jadi, persiapan jadi kunci utama. Dengan aturan yang udah jelas ini, diharapkan perjalanan mudik tahun depan bisa lebih tertib dan lancar. Siap-siap dari sekarang, ya!
Artikel Terkait
IRGC Tantang AS di Selat Hormuz, Kapal Tanker Kena Serangan Drone
Polisi Beri Teguran Lisan kepada Pengemudi Mobil yang Iseng Zig-zag di Tol Becakayu
Pemkab Bogor Gelar Salat Idul Fitri Perdana di Stadion Pakansari
Manajemen Bantah Isu Pemecatan Kapten Jakarta Pertamina Enduro, Sebut Hoaks Deepfake