Klaimnya cukup spesifik. IRGC menyebut rudal-rudal mereka menghantam instalasi militer AS di beberapa lokasi. Beberapa nama pangkalan disebutkan secara gamblang: markas pasukan AS di pangkalan Sheikh Isa, Juffair, Ali al-Salem, dan al-Azraq. Itu adalah pos-pos terdepan Amerika yang berada di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
Di sisi lain, serangan juga diklaim menjangkau wilayah Israel. Menurut pernyataan yang sama, kota Be'er Sheva menjadi salah satu target. IRGC mendeskripsikannya sebagai pusat teknologi canggih, fasilitas keamanan siber, dan pusat dukungan militer Israel. Mereka secara konsisten menyebutnya "wilayah pendudukan".
Gelombang serangan ke-23 ini seolah menegaskan intensitas konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Operasi gabungan drone dan rudal terus menjadi andalan, dengan klaim penggunaan teknologi rudal yang semakin mutakhir. Namun begitu, seperti biasa, pernyataan dari satu pihak ini masih menunggu verifikasi independen dan tanggapan resmi dari pihak yang disebut sebagai sasaran.
Artikel Terkait
Pemkab Bogor Gelar Salat Idul Fitri Perdana di Stadion Pakansari
Manajemen Bantah Isu Pemecatan Kapten Jakarta Pertamina Enduro, Sebut Hoaks Deepfake
Liga Arab Gelar Pertemuan Daritat Bahas Serangan Iran
Femisida Intim Melonjak 43%, Komnas Perempuan Soroti Lonjakan KDRT di Pedesaan