HNW: Ramadan Momentum Perkuat Iman, Ilmu, dan Amal untuk Keunggulan Umat

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 10:15 WIB
HNW: Ramadan Momentum Perkuat Iman, Ilmu, dan Amal untuk Keunggulan Umat

Pembicaraan HNW tak melulu di ranah spiritual. Ia juga menyoroti dunia pendidikan. Pasal 31 UUD 1945, khususnya ayat 3 dan 5, ia ingatkan kembali. Di sana disebutkan sistem pendidikan nasional harus meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia. Tujuannya jelas: mencerdaskan kehidupan bangsa dengan tetap menghormati agama.

Rumusan itu bukan datang begitu saja. Itu hasil perjuangan panjang era reformasi. Agar pendidikan kita tidak hanya mencetak orang pintar, tapi juga manusia berkarakter.

“Karena kecerdasan tanpa iman dan akhlak bisa membuat manusia kehilangan arah,” tegasnya.

“Maka pendidikan harus menghadirkan keseimbangan dan pengamalan sekaligus antara iman, ilmu, dan amal. Dan itu semua terbentang luas selama bulan Ramadhan.”

Karena itu, ia mengajak segenap civitas akademika UMJ untuk menjaga tradisi intelektual yang berpijak pada nilai Quran. Juga semangat tajdid atau pembaruan yang jadi ciri khas Muhammadiyah.

Menanam Benih di Ujung Kiamat

Di penghujung tausiyahnya, HNW kembali menegaskan Ramadan sebagai momentum perubahan. Untuk optimisme dan produktivitas. Ia mengutip pesan Nabi Muhammad SAW: bahkan jika kiamat terjadi sementara di tangan kita ada benih tanaman, maka tanamlah benih itu.

“Artinya, umat Islam tidak boleh pesimistik, kehilangan orientasi untuk terus berbuat kebaikan,” ujar HNW.

“Rasulullah mengajarkan orientasi aktifisme positif dan kontributif.”

Harapannya, semangat Ramadan di lingkungan UMJ bisa melahirkan generasi unggul. Generasi yang tak hanya cerdas di otak, tapi juga kuat iman dan amalnya.

“Generasi yang akan menyongsong Indonesia Emas agar benar-benar emas,” pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri oleh Rektor UMJ Prof. Dr. Ma'mun Murod, beserta jajaran pimpinan universitas, dosen, dan mahasiswa.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar