Namun begitu, ia menyoroti sebuah kebiasaan lama yang kerap terjadi. Selama ini, pengembalian kerugian negara acapkali dilakukan dengan cara dicicil dalam jumlah yang sangat kecil.
"Kita sudah kasih kelonggaran super, bahkan super-super kelonggaran," katanya, terdengar sedikit geram. "Cuma disuruh mengembalikan saja. Tapi ya itu, pengembaliannya icrit-icrit, sejuta dua juta. Sisa tunggakannya masih menumpuk. Seolah-olah kalau sudah mengembalikan sejuta dari utang miliaran, urusan selesai."
Langkah pembersihan ini, bagi Dody, bukanlah inisiatifnya semata. Ini adalah mandat langsung dari orang nomor satu. Sejak awal masa jabatannya, pesan dari Presiden Prabowo sudah jelas dan tegas.
"Saya cuma berusaha menjalankan perintah beliau," kenang Dody. "Di hari pertama saya dipanggil ke Kartanegara, perintahnya cuma satu: bersih-bersih."
Nah, itulah tugas yang sedang dijalankannya sekarang. Membersihkan rumah, sekaligus mengembalikan apa yang menjadi hak negara.
Artikel Terkait
TNI AL Gelar Latihan Tempur Pertahanan Udara di Perbatasan Kalimantan Utara
Nenek 70 Tahun Tewas Tertindas Roda Truk Usai Ojol Terserempet di Koja
Tito Karnavian: Bantuan Cepat Tergantung Data Lengkap dari Daerah
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas ke Arah Tenggara