Di sisi lain, sebagai operator utama, Pertamina dinilai harus lebih proaktif. Rivqy menekankan, penjelasan yang komprehensif itu penting banget. Tanpa itu, yang ada cuma panic buying di mana-mana. Situasi seperti ini malah berpotensi memicu konflik horizontal yang ujung-ujungnya merugikan masyarakat sendiri.
"Saya berharap Pertamina juga ikut memberi penjelasan kepada masyarakat agar kepanikan ini tidak berkembang dan tidak menimbulkan konflik horizontal yang justru merugikan masyarakat luas,"
tuturnya.
Kepanikan itu bukan isapan jempol belaka. Di Aceh Tengah, misalnya, antrean panjang terlihat di sejumlah SPBU dan Pertashop. Videanya sempat viral di media sosial. Banyak warga datang bawa jeriken berbagai ukuran, antri buat beli BBM lebih banyak dari biasanya.
Nggak cuma di SPBU, pedagang eceran pun kebanjiran permintaan. Minyak ditampung di jeriken-jeriken itu.
Kondisi serupa terjadi di Banda Aceh. Bedanya, antrean di lima SPBU di kota ini didominasi kendaraan roda dua dan empat. Antreannya mengular sampai ke badan jalan, bikin arus lalu lintas sekitar jadi tersendat dan macet ringan. Situasinya benar-benar riuh.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang Pangkalan AS dan Israel dengan Rudal Generasi Terbaru
Samsung Garap Galaxy Glasses, Kacamata Pintar AI untuk Rilis 2026
Mendagri Tito Karnavian Serahkan Bantuan dan Pastikan Pemulihan Pascabencana di Pidie Jaya
Pasar Takjil Gampong Baro Ramai Setiap Sore Ramadan di Banda Aceh