Ini bukan pertama kalinya Trump ikut campur soal urusan dalam negeri Iran. Sebelumnya, dia sudah bersikeras harus dilibatkan dalam pemilihan pemimpin tertinggi Iran berikutnya, pasca meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan AS-Israel.
Menurutnya, putra Khamenei, Motjaba, yang disebut-sebut sebagai kandidat terdepan, sama sekali tidak bisa diterima.
"Putra Khamenei kurang berpengaruh," ujar Trump dalam sebuah wawancara dengan Axios.
Dia lalu menambahkan, "Saya harus terlibat dalam penunjukan tersebut, seperti dengan Delcy."
Di sini, Trump membandingkan situasinya dengan Venezuela, di mana presiden sementara Delcy Rodriguez disebut mau bekerja sama dengan AS setelah penggulingan Nicolas Maduro. Ancaman kekerasan, rupanya, jadi bahasanya.
Artikel Terkait
TNI AL Gelar Latihan Tempur Pertahanan Udara di Perbatasan Kalimantan Utara
Nenek 70 Tahun Tewas Tertindas Roda Truk Usai Ojol Terserempet di Koja
Tito Karnavian: Bantuan Cepat Tergantung Data Lengkap dari Daerah
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas ke Arah Tenggara