“Kemarin Pak Andi beserta tim diterima DPR ya, pada saat memperjuangkan Undang-Undang Ciptaker, termasuk juga Undang-Undang PRT. Tadi diterima oleh Bapak Presiden,” ungkapnya.
Menurut mantan Kabareskrim ini, aksi yang tertib sama sekali tidak melemahkan gerakan. Justru sebaliknya. Kedewasaan seperti itulah yang membuka pintu dialog lebar-lebar. “Pada saat kita yang besar ini turun di lapangan, namun kita tertib, kita konstruktif, kita tunjukkan bahwa kita besar namun kita taat aturan, ternyata pesan yang disampaikan justru sampai. Dan ini tentunya menjadi kebanggaan bagi kita semua,” tutur Sigit.
Karena itu, sinergi dan metode perjuangan semacam ini harus dipertahankan. Dengan cara yang baik namun tepat sasaran, segala aspirasi buruh punya peluang besar untuk tercapai. “Tentunya harapan kita ke depan, apa yang menjadi aspirasi rekan-rekan buruh, dengan cara yang kita lakukan ini, semuanya bisa kita capai sesuai dengan apa yang menjadi harapan kita semua,” pungkasnya.
Acara itu sendiri dihadiri sejumlah pejabat tinggi. Dari KSPSI, tampak para Dewan Penasihat seperti Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan, Komjen Imam Widodo, Ferriyady Hartadinata, dan Irjen (P) Cahyono Wibowo. Sementara Kapolri hadir didampingi Kabareskrim Komjen Syahardiantono, Kadivhumas Irjen Johnny Eddizon Isir, serta sejumlah pejabat utama Polri lainnya seperti Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang Pangkalan AS dan Israel dengan Rudal Terbaru dalam Operasi Janji Sejati 4
BMKG Waspadakan Potensi Hujan Petir di Sejumlah Kota Besar Hari Ini
Bapanas Gelar Gerakan Pangan Murah di Kebumen Antisipasi Lonjakan Harga Lebaran
Banjir Rendam Sejumlah Jalan di Jakarta Selatan, Genangan Capai 60 Cm