Lantas, bagaimana dengan kualitas gizinya di bulan puasa? Mustaqim, Kepala SPPG Polri Palmerah, menegaskan bahwa standar itu sama sekali tidak turun. Menurutnya, proses pengecekan bahan baku dari supplier dilakukan seperti biasa. Baru setelah dinyatakan layak, bahan-bahan itu diolah.
"Jadi selama Ramadan ini, menu kering tetap kami olah sendiri di sini," jelas Mustaqim.
Dia memastikan, untuk menjaga kualitas gizi, SPPG sama sekali tidak menggunakan makanan ultraproses. Semua diolah secara mandiri dengan mengutamakan bahan segar. "Kami menjaga agar makanannya tidak terlalu manis atau asin. Intinya, tetap layak dan bergizi untuk penerima manfaat," tuturnya.
Soal keamanan, ada prosedur ketat yang diterapkan. Semua makanan akan melalui rapid tes yang memeriksa empat kandungan berbahaya: nitrit, formalin, sianida, dan arsenik. Pengecekan ini dilakukan oleh tim Dokkes Polres Metro Jakarta Barat.
Nah, agar anak-anak tidak bosan, menu yang disajikan juga diubah setiap hari. Mustaqim menyebut, tidak ada pengulangan menu dalam satu minggu. "Kami produksi setiap hari, distribusi setiap hari. Ini juga untuk menjaga kualitas hasil produksi kami," imbuhnya.
Untuk mendukung variasi menu itu, mereka mengandalkan gudang pangan internal yang cukup lengkap. Gudang ini dilengkapi dengan bioflok untuk budidaya ikan dan sistem hidroponik untuk sayuran.
"Isinya beragam. Dari hidroponik ada pokcoy, sawi, bayam. Untuk ikannya, ada patin, lele, nila, atau mujair," pungkas Mustaqim.
Ikan-ikan itu bisa langsung difillet, sementara sayuran dipetik segar. Jadi, pasokan bahan baku segar untuk MBG bisa dikatakan cukup terjamin dari dalam 'rumah' mereka sendiri.
Artikel Terkait
Dokter Richard Lee Ditahan Polisi Usai Mangkir dari Pemeriksaan
Ritel Siap Hadapi Gelombang Belanja Lebaran 2026 dan Antisipasi Musim Sepi Panjang
Militer Israel Klaim Hantam Lebih dari 400 Target di Iran, Termasuk Peluncur Rudal
Bahlil Yakin Prabowo Mampu Jadi Penengah Ketegangan Iran-AS-Israel