Lalu, apa penyebabnya? Ternyata, penurunan ini berjalan beriringan dengan percepatan pembangunan hunian sementara atau huntara. Progresnya cukup mengesankan. Dari total rencana 18.309 unit huntara di tiga provinsi itu, data per 4 Maret menunjukkan 12.279 unit sudah berdiri. Angkanya mencapai 67 persen, menurut gabungan data BNPB dan Kementerian PU.
Tak cuma huntara, pembangunan hunian tetap alias huntap juga mulai bergerak. Memang, yang selesai baru 6 unit. Tapi, ada 1.363 unit lainnya yang sedang dalam tahap pengerjaan. Total rencananya memang besar: 36.669 unit.
Di sisi lain, soal bantuan tunai untuk pengungsi, kabarnya sudah tuntas. Penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) diklaim terealisasi 100 persen. Semua penerima, yang berjumlah 10.783 jiwa di tiga provinsi, sudah menerima transfer ke rekening masing-masing.
Sementara itu, masih ada bantuan lain yang sedang diproses. Kementerian Sosial, misalnya, tengah menggarap penyaluran bantuan jaminan hidup (jadup). Bantuan ini menyasar 175.211 jiwa atau setara 47.686 kepala keluarga, tersebar di 37 kabupaten dan kota. Total anggarannya tidak kecil: Rp236,53 miliar.
Secara keseluruhan, situasinya mulai terang. Meski masih panjang jalan yang harus ditempuh, setidaknya tren positif ini memberi secercah harapan bagi para korban bencana untuk segera mengakhiri hari-hari di pengungsian.
Disunting oleh: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Mendagri Minta Pemda Alokasikan Anggaran untuk Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja
Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang Tewaskan Dua Orang
Volvo ES90 Resmi Meluncur di Indonesia, Tawarkan Jarak Tempuh 661 Km
Tabrakan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang Tewaskan Dua Orang