begitu bunyi pernyataan singkat mereka, seperti dilansir kantor berita AFP pada Kamis lalu. Klaim ini, bagaimanapun, belum bisa diverifikasi secara independen. Belum ada konfirmasi resmi dari pihak AS atau sumber netral lainnya di lapangan.
Insiden panas ini terjadi di tengah pengumuman lain dari IRGC yang tak kalah provokatif. Mereka menyatakan kini telah memegang "kendali penuh" atas Selat Hormuz. Itu adalah jalur air sempit yang jadi urat nadi perdagangan energi global, menghubungkan Teluk Persia dengan laut lepas.
Pernyataan penguasaan itu jelas bukan sekadar omong kosong. Serangan terhadap kapal AS tadi seolah jadi bukti nyata dan peringatan keras tentang klaim mereka. Situasinya makin runyam, dan dunia kembali menahan napas menyaksikan kedua kubu yang saling bersitegang di titik vital ini.
Artikel Terkait
Polres Jaksel Gelar Balap Lari 100 Meter Tengah Malam untuk Cegah Balap Liar
Polres Belitung Ungkap Jaringan Sabu yang Dikendalikan dari Dalam Lapas
Polri Musnahkan Sabu dan Etomidate Hasil Sitaan di Mabes
Situbondo Dirikan Posko Pengaduan untuk Lindungi PMI di Zona Konflik Timur Tengah