Ia menjelaskan, seluruh jalur mudik yang biasanya ramai dengan angkot, becak, andong, dan sejenisnya akan dikosongkan sementara. "Mereka harus cari nafkah, tapi sepekan sebelum Lebaran dan sesudah lebaran kami memutuskan daerah itu nanti mereka diliburkan," tambahnya.
Alasannya jelas: menghindari kemacetan. Dengan memberi uang saku selama masa libur itu, Dedi berharap tak ada lagi penyumbatan di wilayah Jawa Barat. Jalanan diharapkan lebih lega.
Di sisi lain, kebijakan ini juga ditujukan untuk kenyamanan pemudik. Masyarakat yang melintas lewat Jabar diharapkan bisa merasa tentram dan nyaman, tanpa gangguan berarti di perjalanan. Gubernur juga memastikan kondisi jalan yang akan dilintasi dalam keadaan mulus.
Jadi, skemanya sederhana: liburkan sementara, beri santunan, agar arus mudik lancar dan semua pihak senang. Langkah ini rencananya segera diterapkan menyongsong gelombang pulang kampung terbesar tahun ini.
Artikel Terkait
PDIP Jatim Gelar Santunan untuk 550 Anak Yatim dan Janda di Momen Nuzulul Quran
DMI Serukan Doa Bersama dan Qunut Nazilah Serentak untuk Perdamaian Dunia
Polisi Tangkap Pria Penempel Stiker QR Code Judi Online di Jaksel, Upahnya Rp100 Ribu per Lembar
Nicke Widyawati Bantah Kerugian, Sebut Bisnis LNG Masih Berjalan hingga 2040