Ia lalu menambahkan, “Jadi, kepada masyarakat luas, saya perlu lapor bahwa Komisi Percepatan Reformasi sudah selesai menjalankan tugasnya. Tinggal ada keputusan-keputusan yang kami tidak bisa putuskan sendiri.”
Momentum buka puasa bersama itu pun ia manfaatkan untuk melobi. Jimly berharap bisa segera mendapat arahan langsung dari Prabowo agar persoalan yang ada tak berlarut-larut.
“Nah, perlu melapor dulu, mendapat arahan dari beliau. Makanya ini saya manfaatkan, ya, buka puasa sore ini, untuk kasak-kusuk supaya Presiden menyediakan waktu. Supaya masalah selesai satu dalam negeri, satu masalah dalam negeri,” tuturnya.
Nada bicaranya terdengar mendesak, namun tetap penuh perhitungan. Ia seperti ingin memastikan laporan yang sudah disusun matang itu tidak sekadar menjadi dokumen yang mengendap.
Artikel Terkait
Spanyol, Ceko, dan Pakistan Evakuasi Ribuan Warga dari Zona Konflik Timur Tengah
Bayi Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk Pasar Minggu, Polisi Lacak Orang Tua dan Surat Misterius
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1,2 Kilometer
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan Ormas Islam Bahas Persiapan Lebaran dan Geopolitik