Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, baru saja melakukan percakapan telepon dengan Menlu Iran, Abbas Araghchi. Ini jadi kontak tingkat tinggi pertama antara kedua negara sejak Qatar diserang.
Dan percakapan itu sama sekali tidak hangat.
Sheikh Mohammed, lewat pernyataan Kementerian Luar Negeri negaranya, secara tegas menuduh Iran. Dia menyebut Tehran berupaya "membahayakan negara-negara tetangga mereka dan menyeretnya ke dalam perang yang bukan perang mereka."
Kritik keras itu langsung dilayangkan, sebelum akhirnya langit Doha kembali mengaum. Sebuah urutan peristiwa yang membuat situasi terasa semakin tidak menentu.
Artikel Terkait
Kim Jong Un Tinjau Uji Rudal Kapal Perang, Sebut Kemajuan Senjata Nuklir Angkatan Laut
Gubernur Bali Janjikan Dukungan Penuh dan Perbaikan Infrastruktur untuk Kemala Run 2026
PDIP Jatim Santuni 500 Anak Yatim dan 50 Janda dalam Peringatan Nuzulul Quran
Kapolda Riau Tawarkan Solusi Waste-to-Energy Atasi Darurat Sampah di TPA Muara Fajar