Di sisi lain, serangan ini terjadi di tengah situasi yang sudah panas. Iran, sejak akhir Februari, memang sedang gencar melancarkan serangan balasan. Targetnya adalah Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi basis pasukan AS, sebagai bentuk pembalasan atas serangan Amerika dan Israel ke wilayahnya.
Baku jelas tidak terima. Respons mereka datang cepat dan tegas. Otoritas setempat langsung memanggil utusan diplomatik Iran untuk menyampaikan protes keras. Intinya jelas: Azerbaijan marah.
Dalam pernyataannya, pemerintah Azerbaijan menegaskan bahwa aksi semacam ini melanggar hukum internasional. "Ini hanya akan memicu ketegangan di kawasan jadi makin runyam," begitu kira-kira nada pernyataan mereka.
Dan ancaman balasan pun tak dihindarkan. Peringatannya lugas: Azerbaijan menyimpan hak untuk mengambil tindakan pembalasan yang mereka anggap perlu. Ancaman itu menggantung, menambah daftar panjang konflik yang belum usai di kawasan itu.
Artikel Terkait
Buya Yahya Ajak Publik Doakan Presiden Prabowo di Bulan Ramadan
Polda Riau Pacu Proyek Sampah Jadi Listrik 3 MW di Pekanbaru
Mendagri Minta Pemda Alokasikan Anggaran untuk Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja
Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang Tewaskan Dua Orang