BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Gelombang Tinggi di Banten hingga 10 Maret

- Kamis, 05 Maret 2026 | 15:40 WIB
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Gelombang Tinggi di Banten hingga 10 Maret

Warga Banten, bersiap-siaplah. Cuaca dalam beberapa hari ke depan diprediksi bakal keras. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II baru saja mengeluarkan peringatan dini. Ancaman utamanya? Hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi yang berpotensi terjadi hingga tanggal 10 Maret 2026.

Menurut Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, penyebabnya kompleks. Di Samudra Hindia, tepatnya selatan Banten-Jawa Barat, terpantau Bibit Siklon Tropis 90S. "Bibit ini punya peluang sedang sampai tinggi untuk jadi siklon tropis," jelas Hartanto pada Kamis (5/3). Pergerakannya mengarah ke timur dalam 24 jam ke depan.

Namun begitu, situasinya tak cuma dipengaruhi bibit siklon itu saja. Hartanto menyebut ada beberapa fenomena lain yang saling memperkuat. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer Kelvin, dan labilitas lokal yang kuat ikut bermain. Kombinasi ini mendukung proses konvektif yang bisa memicu cuaca signifikan dalam sepekan mendatang.

Dampaknya langsung bisa dirasakan. Angin kencang dengan kecepatan hingga 45 km/jam berpeluang menerjang sebagian besar wilayah Banten. Keberadaan bibit siklon itu juga memberikan dampak tidak langsung pada kondisi perairan sampai 8 Maret nanti.

"Masyarakat perlu mewaspadai gelombang tinggi," tegas Hartanto.

Prakiraannya, gelombang bisa mencapai kategori tinggi (2,5-4,0 meter) di Selat Sunda bagian barat Pandeglang dan perairan selatan Pandeglang. Sementara di Selat Sunda bagian utara dan perairan selatan Lebak, gelombang diprediksi sedang, berkisar 1,25 hingga 2,5 meter.

Ada satu faktor tambahan yang bikin kondisi mesti diwaspadai: bulan purnama. Fase purnama yang terjadi pada 3 Maret lalu berpotensi mendongkrak ketinggian air laut maksimum. Hasil pemantauan water level dan prediksi pasang surut menunjukkan, banjir rob berpeluang terjadi pada 4-9 Maret 2026.

Wilayah yang paling rentan antara lain Pesisir Selat Sunda Barat Pandeglang (seperti Labuan), Pesisir Selatan Pandeglang (Cikeusik), dan Pesisir Selatan Lebak (Bayah).

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar