BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncaknya Agustus

- Kamis, 05 Maret 2026 | 11:50 WIB
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncaknya Agustus

Hujan masih kerap mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia. Menurut pantauan BMKG, periode musim hujan ini masih akan berlangsung cukup lama. Bahkan, di sejumlah daerah, diperkirakan baru akan berakhir pada Maret 2026 mendatang.

Kondisi ini tak lepas dari fenomena La Nina yang masih berpengaruh. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyebutkan fenomena itu akan terus melemah hingga Maret nanti. Setelahnya, cuaca di Tanah Air diprediksi bakal kembali normal.

"Pada bulan April hingga akhir tahun itu cenderung dalam kondisi normal, ya tidak ada El Nino, tidak ada La Nina, jadi normal,"

ujar Faisal di kompleks parlemen, Senayan, Rabu (28/1/2026).

Namun begitu, peralihan musim ini nggak seragam. Untuk kawasan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, hujan diperkirakan mulai reda sekitar akhir Februari sampai Maret. Setelah itu, mereka akan menjalani musim kemarau yang berlangsung hingga September, sebelum hujan kembali datang di Oktober.

Lain cerita untuk wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, hingga Sumatera Barat. Pola iklim di sana unik, dengan dua kali musim hujan dan dua kali kemarau dalam setahun. Jadi, jadwal peralihannya punya ritmenya sendiri, beda dengan daerah selatan.

Musim Kemarau 2026: Datang Lebih Awal

Tahun depan, musim kemarau diprediksi datang lebih cepat dari biasanya. Data BMKG per Rabu (5/3/2026) menunjukkan, sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia atau 114 Zona Musim akan mulai merasakan kemarau sejak April 2026.

Wilayah-wilayah itu mencakup pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian Jawa Tengah hingga Timur, NTB, NTT, serta beberapa titik di Kalimantan dan Sulawesi.

Gelombangnya terus berlanjut. Menurut Deputi Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan, pada Mei nanti, sekitar 26,3 persen wilayah (184 Zona Musim) akan menyusul memasuki kemarau. Lalu, di bulan Juni, giliran 23,3 persen wilayah lainnya (163 Zona Musim) yang akan merasakan hawa kering.

Intinya, hampir separuh Indonesia akan mengalami awal musim kemarau yang lebih maju dari rata-rata. Daerah yang dimaksud meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian Papua.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar