Sebuah ledakan keras mengguncang perairan dekat Mubarak al-Kabeer, Kuwait, Kamis (5/3/2026) lalu. Laporan pertama datang ke Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO). Mereka yang menerima pemberitahuan itu langsung mencatatnya: sumber ledakan diduga kuat berasal dari area tempat sebuah kapal tanker Kuwait berlabuh.
Kabar ini kemudian dikonfirmasi oleh sejumlah saksi di lokasi. Seorang kapten kapal tanker yang sedang berlabuh melaporkan pengalaman yang mencekam.
Dia mendengar suara menggelegar, lalu melihat semburan api besar di sisi kiri kapalnya. Tak lama setelah itu, sebuah kapal kecil terlihat melesat meninggalkan tempat kejadian dengan cepat.
Akibat ledakan itu, kerusakan terlihat jelas. Minyak dari tangki kargo bocor dan menggenangi permukaan laut, menciptakan lapisan kilau yang mengkhawatirkan. Air laut juga mulai memasuki badan kapal, membuat situasi semakin rumit. Di sisi lain, ancaman kerusakan lingkungan pun mengintai. Tumpahan minyak itu, jika tidak cepat ditangani, bisa berakibat buruk bagi ekosistem sekitar.
Namun begitu, ada kabar baik di tengah kekacauan ini. Menurut pernyataan resmi UKMTO, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dan dipastikan selamat.
Artikel Terkait
Nuzulul Quran 2026 Diperkirakan Jatuh pada 5-6 Maret
Uang Takziah Raib di Rumah Duka, Pelaku Perempuan Beraksi Saat Keluarga Berduka
Artis Tetap Berangkat Umrah Meski Ketegangan Politik Timur Tengah Meningkat
ESG di Indonesia: Antara Komitmen Nyata dan Kelelahan akan Jargon