Ayat ini bukan sekadar perintah ritual. Ia menjadi tonggak penting yang menegaskan esensi puasa: sarana mencapai ketakwaan. Puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan pun resmi menggantikan tradisi puasa wajib sebelumnya.
Teladan Langsung dari Rasulullah
Setelah perintah itu turun, Rasulullah SAW benar-benar memprioritaskannya. Catatan sejarah menyebutkan, beliau menjalani puasa Ramadhan sebanyak sembilan kali selama sisa hidupnya di Madinah. Beliau juga tak henti memotivasi umatnya.
Sabda yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim ini begitu terkenal, hingga kini masih sering kita dengar.
Jadi, puasa Ramadhan itu ibarat mutiara yang telah diasah oleh waktu. Dari tradisi umat terdahulu, lalu menemukan bentuknya yang paling sempurna dalam syariat Islam. Dengan memahami perjalanan panjang ini, diharapkan kita tak hanya menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, kita bisa meraih inti sari dari ibadah ini: ketakwaan yang sejati.
(Daffa Yazid Fadhlan)
Artikel Terkait
Mobil Tercebur ke Kali di Outer Ringroad Cengkareng, Pengemudi Selamat
Kapolres Bantah Surat Minta THR Pakai Kop Polisi di Tanjung Priok Palsu
Turki Panggil Dubes Iran, Protes Rudal yang Nyaris Masuk Wilayah Udara
Mirae Asset Turunkan Target Harga Saham Unilever Usai Divestasi