"Dan dari yang saya tangkap, dalam beberapa jam terakhir mereka sudah sepakat untuk bekerja sama dengan militer AS. Jadi, saya tahu koordinasi antara militer AS dan rekan-rekan di Spanyol sedang berjalan."
Semua ini berawal dari pernyataan Trump pada hari Selasa lalu. Dengan nada keras, dia mengancam akan "memutus semua perdagangan dengan Spanyol." Ancaman itu bukan datang dari vacuum. Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Albares sudah bersuara. Dia menegaskan negaranya tak akan mengizinkan AS memakai pangkalan militer bersama di Spanyol selatan untuk serangan apa pun. Syaratnya, serangan itu harus di luar payung piagam PBB. Jadi, ancaman Trump seperti jawaban langsung atas sikap tegas Madrid itu.
Sekarang, situasinya jadi serba klaim dan bantahan. Satu pihak bilang sudah ada kesepakatan, pihak lain bilang tidak. Yang jelas, ketegangan antara dua sekutu NATO ini tiba-tiba memanas.
Artikel Terkait
Serangan Udara Israel di Dekat Bandara Beirut Tewaskan Tiga Warga
Sejarah Panjang Puasa: Dari Nabi Nuh hingga Kewajiban Ramadhan
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sisik Trenggiling Senilai Rp183 Miliar di Tanjung Priok
Pemprov DKI Siapkan Sistem Peringatan Dini dan Patroli Antisipasi Kekeringan