Konfliknya, kata Hidayat, tidak akan berhenti di Iran. Ketegangan berpotensi menjalar ke negara-negara Teluk dan wilayah lain yang jadi sasaran balasan Iran. Situasinya jadi makin ruwet.
"Medan perang ini malah semakin melebar. Jadi, penilaian bahwa potensi keberhasilannya menurun itu ada benarnya. Tapi lebih tepat lagi kalau dikatakan potensinya bukan cuma menurun, melainkan bisa nihil sama sekali," ujarnya.
Logikanya sederhana. Donald Trump-lah yang menginisiasi BoP dan menjadi ketuanya. Pihak yang punya hak veto tunggal itu justru, bersama Israel, memperluas medan perang.
"Tindakan itu jelas bertentangan dengan visi awal BoP," imbuhnya. Ironis, bukan?
Artikel Terkait
Indonesia Ekspor Perdana Beras Premium untuk Jamaah Haji di Arab Saudi
Manchester City Tertahan Imbang Nottingham Forest, Jarak ke Arsenal Tetap 7 Poin
Trump Klaim Posisi AS dan Israel Sangat Kuat di Hari Kelima Perang dengan Iran
5 Alternatif Takjil Sehat untuk Gantikan Gorengan Saat Buka Puasa