Jemaah Iran Menghilang di Tanah Suci, Diduga Terkait Ketegangan Geopolitik

- Kamis, 05 Maret 2026 | 00:45 WIB
Jemaah Iran Menghilang di Tanah Suci, Diduga Terkait Ketegangan Geopolitik

Ilustrasi umrah. Foto: dok Istimewa.

Ketiadaan itu sudah ia rasakan sejak awal, jauh sebelum berita-berita serangan bermunculan. Rasa penasarannya sudah muncul. “Itu saya makanya bertanya-tanya, sebelum ada berita pengeboman datang, saya kan selalu memperhatikan orang Iran, orang Iran itu kok nggak ada ya mereka ini,” tutur Didik.

Ia pun mulai menghubung-hubungkan fakta. Menurut informasi yang beredar di antara jemaah, situasi di Arab Saudi memang berubah. Beberapa bandara sempat ditutup akibat serangan di wilayah sekitarnya. Hal ini tentu saja berdampak, membuat sebagian jemaah memilih untuk tidak berangkat atau malah pulang lebih cepat.

Perkembangan politik juga dianggapnya punya pengaruh. “Terus kemarin tanggal 28 Februari, Ali Khamenei wafat itu ya kena serangan. Nah itu tambah berdampak. Seketika itu Bandara Dubai langsung ditutup karena Dubai kena bom. Kita dekat sekali, hanya laut kecil aja, tetangga banget,” jelas Didik.

Jadi, ketidakhadiran jemaah Iran itu bukan sekadar kebetulan. Di mata Didik, itu adalah sebuah anomali yang erat kaitannya dengan gelombang ketegangan geopolitik yang sedang melanda kawasan. Suasana di Tanah Suci pun ikut terasa berbeda, tanpa kehadiran kelompok yang biasanya paling kompak dan mudah dikenali itu.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar