"Pencarian masih dilakukan untuk yang lainnya," kata seorang pejabat angkatan laut kepada AFP, enggan disebutkan namanya.
Sebelum kabar penemuan jenazah itu, Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, sempat memberikan sedikit harapan. Ia menyebut pasukan negaranya berhasil menyelamatkan 32 pelaut dari fregat Iran bernama IRIS Dena. Sayangnya, banyak dari mereka yang terluka parah.
Para korban selamat itu kini dirawat di rumah sakit di Galle. Malam itu, suasana di rumah sakit tampak suram. Seorang fotografer AFP yang berada di tempat menyaksikan lebih dari dua lusin jenazah mulai dibawa masuk. Satu per satu.
Kapal IRIS Dena sendiri konon sudah mengirim sinyal darurat saat fajar menyingsing. Tapi nasib berkata lain. Ketika tim penyelamat tiba di lokasi kurang dari satu jam kemudian, kapal itu sudah tak ada lagi. Yang tersisa hanyalah bercak minyak di permukaan laut yang kelam.
"Kapal itu sudah tenggelam sepenuhnya," jelas juru bicara angkatan laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, menggambarkan kesia-siaan upaya penyelamatan.
Artikel Terkait
TransJakarta Siap Tambah Frekuensi Bus ke Ragunan Saat Lebaran 2026
Presiden Macron Kerahkan Kapal Induk Charles de Gaulle ke Mediterania Timur
Iran Luncurkan Rudal ke Israel, Sistem Pertahanan Aktif di Tengah Eskalasi Konflik
Presiden Prabowo Minta Seluruh Menteri Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah