Dampaknya langsung terasa di internal pemkab. Diduga, posisi Fadia sebagai atasan membuat anak buahnya segan, bahkan takut, untuk berani protes atau mengkritik. Situasi seperti ini, kata Asep, justru mempersulit kerja aparat penegak hukum.
"Apakah aparatur pemerintahan di sana bisa komplain punya ibu? Sedangkan kalau yang mengerjakan vendor yang lain, yang itu mungkin memberikan sesuatu, seperti itu. Nah itu bisa dikomplain kan karena bukan ini nggak ada hubungannya," ucap dia.
Ia melanjutkan, "Ini kemudian bagi aparat penegak hukum juga ini lebih sulit, kenapa? Karena tidak kelihatan. Tidak kelihatannya kenapa? Bentuknya dalam bentuk perusahaan tidak kelihatan, tidak kelihatan ada orang yang menyerahkan uangnya."
Singkatnya, korupsi model begini ibaratnya bekerja dalam senyap. Tidak ada setoran tunai di tempat gelap atau amplop yang berpindah tangan. Alhasil, jejaknya samar dan penelusurannya punya tantangan sendiri.
Artikel Terkait
Tips Sukses Dapatkan Tiket Mudik Gratis 2026
AS Klaim Kapal Selamnya Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudra Hindia, 148 Awak Hilang
Kapolri Ajak Masyarakat Jabar Kompak Dukung Program Pemerintah Hadapi Tantangan Global
Grab Salurkan Bonus Lebaran Rp 100 Miliar untuk Driver, Tertinggi Rp1,6 Juta