Konferensi pers itu dihadiri deretan pejabat tinggi. Mulai dari Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Plt Gubernur Riau SF Haryanto, hingga perwakilan Komisi III DPR. Mereka semua hadir untuk menegaskan satu hal: kasus ini serius.
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, tampil memberikan penjelasan. Ia menegaskan bahwa penanganan kasus ini bukan main-main. Polisi menggunakan pendekatan scientific crime investigation, menggabungkan analisis balistik, pelacakan GPS, dan pemetaan jaringan pelaku.
"Ini bukti konkret komitmen Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, untuk melindungi lingkungan dan ekosistemnya," kata Johnny.
Dari hasil olah TKP, terungkap gajah berusia 40 tahun itu mati karena ditembak. Peristiwa ini, sambungnya, bukan cuma duka bagi warga Riau. Tapi bagi seluruh Indonesia.
"Kapolri berharap ini jadi momentum. Untuk menyatukan rasa dan sikap, memperkuat kolaborasi menjaga satwa liar," tutur Johnny Isir.
Nada yang sama terdengar dari semua pihak yang hadir. Ada kemarahan, tapi juga tekad. Tekad agar perburuan liar yang menyedihkan ini tak terulang lagi.
Artikel Terkait
Sultan Cirebon Minta Dukungan Revitalisasi Keraton Kasepuhan ke Kemendikbud
ASDP Siapkan Strategi Penyebaran dan Diskon untuk Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026
Presiden Prabowo Ngabuburit ke Museum Nasional, Apresiasi Revitalisasi Warisan Budaya
Menteri PUPR Targetkan Pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi Dimulai Oktober 2026