Menlu Sugiono Tawarkan Mediasi Indonesia untuk Redam Konflik Timur Tengah

- Selasa, 03 Maret 2026 | 12:30 WIB
Menlu Sugiono Tawarkan Mediasi Indonesia untuk Redam Konflik Timur Tengah

Permintaan untuk menahan diri disampaikan dengan nada mendesak. Sugiono meminta semua pihak tidak hanya berhenti pada de-eskalasi, tetapi juga kembali ke jalur diplomasi. Menurutnya, jalan dialog adalah satu-satunya opsi yang realistis untuk mengembalikan stabilitas di kawasan yang sudah terlalu lama dilanda ketegangan. Penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, ia tekankan, harus jadi pedoman utama.

Sebenarnya, langkah ini bukan hal yang sama sekali baru. Sebelumnya, Kemlu RI sudah menyiratkan kesiapan yang lebih tinggi. Pemerintah Indonesia, melalui Presiden Prabowo Subianto, bahkan menyatakan kesanggupan untuk terjun langsung sebagai mediator. Tidak tanggung-tanggung, Prabowo disebut siap terbang ke Teheran tentu saja jika para pihak yang berseteru, termasuk AS dan Israel, menyetujuinya.

"Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," begitu pernyataan resmi Kemlu beberapa waktu lalu.

Jadi, dari sekadar pernyataan hingga tawaran mediasi langsung, upaya Indonesia terlihat cukup serius. Mereka ingin berada di garis depan upaya perdamaian, mencoba menjembatani celah yang kian melebar. Tantangannya tentu berat, namun tawaran itu setidaknya telah diajukan.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar