Langit di atas Teluk kembali bergejolak. Iran melepaskan serangan balasan dengan meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah target di kawasan itu. Aksi ini tak lepas dari serangan besar-besaran AS dan Israel sebelumnya, yang disebut-sebut menewaskan pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei. Menanggapi eskalasi ini, beberapa negara Teluk sudah bersiap. Mereka berjanji akan mengambil langkah apa pun demi menjaga keamanan wilayah mereka sendiri.
Di sisi lain, dari Washington, Presiden Donald Trump justru menyoroti sisi lain dari operasi militer tersebut. Ia dengan lantang mengklaim keberhasilan. Menurutnya, serangan gabungan itu berhasil menewaskan 48 pemimpin Iran.
"Tidak ada yang percaya dengan kesuksesan yang kita raih, sebanyak 48 pemimpin telah tewas dalam satu serangan. Dan ini berlangsung dengan cepat,"
kata Trump dalam wawancara dengan Fox News.
Ia menggambarkan operasi yang diluncurkan Sabtu lalu waktu setempat itu sebagai sebuah kemenangan. Tujuannya jelas: melumpuhkan kepemimpinan dan kekuatan militer Iran. Dan menurut Trump, hasilnya jauh melebihi ekspektasi.
"Kita melakukan pekerjaan kita bukan hanya untuk kita, tetapi untuk dunia. Dan semuanya berjalan lebih cepat dari jadwal,"
tambahnya dalam kesempatan terpisah pada CNBC.
Suaranya terdengar penuh keyakinan. "Situasi saat ini berkembang dengan sangat positif, sangat positif," pungkasnya. Sementara di lapangan, dentuman masih mungkin terdengar, dan ketegangan jelas belum reda.
Artikel Terkait
Hakim Banding Perberat Kewajiban Uang Pengganti Ariyanto Bakri Jadi Rp21,6 Miliar, Hukuman 16 Tahun Penjara Tetap
Dolar AS Melemah Tipis Menjelang Rilis Data Inflasi, Investor Waspadai Sikap Hawkish The Fed
Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Tunggal Motor di Cibinong
Polda Sumsel Musnahkan Sabu dan Ekstasi Hasil 25 Kasus, Selamatkan 34.252 Jiwa