Demikian penegasan juru bicara kedutaan, Fahad Nazer, dalam sebuah pernyataan yang disebarkan via platform media sosial X. Nazer bersikukuh bahwa Riyadh tak pernah melakukan hal semacam itu.
“Tidak pernah dalam seluruh komunikasi kami dengan pemerintahan Trump, kami melobi Presiden untuk mengadopsi kebijakan yang berbeda,”
Begitu tegasnya pernyataan itu, langsung menepis segala rumor yang beredar. Bantahan resmi ini, seperti dilaporkan Al Arabiya awal Maret lalu, jelas ingin menghentikan spekulasi yang kian liar. Di sisi lain, narasi yang berkembang tetap meninggalkan tanda tanya besar di tengah ketegangan geopolitik yang sudah panas.
Artikel Terkait
DPR Nilai Kehadiran Indonesia di Board of Peace Tetap Strategis Meski Ada Desakan Mundur
Real Madrid Tumbang dari Getafe, Puncak Klasemen Semakin Jauh dari Barcelona
Libur Sekolah Idulfitri 2026 Ditetapkan 10 Hari, Mulai 16 Maret
Gerhana Bulan Total Akan Terlihat di Seluruh Indonesia Malam Ini