Sebenarnya, nama Arafi sudah lama beredar sebagai salah satu calon pengganti Khamenei. Dia bukan sosok baru. Ulama terkemuka ini punya rekam jejak panjang di berbagai lembaga pemerintahan dan dikenal sebagai orang kepercayaan almarhum pemimpin tertinggi. Saat ini, selain menjabat wakil ketua Majelis Pakar, dia juga anggota Dewan Penjaga yang sangat berpengaruh badan yang menyaring calon pemilu hingga mengawasi undang-undang. Belum lagi perannya sebagai kepala sistem seminari Iran.
Menurut analis Alex Vatanka dari Middle East Institute, penunjukkan Arafi ke berbagai posisi strategis oleh Khamenei menunjukkan satu hal: kepercayaan yang besar pada kemampuan birokratiknya. Tapi, di sisi lain, ada catatan. Arafi tidak dianggap sebagai tokoh politik yang punya pengaruh kuat, apalagi punya hubungan dekat dengan lingkaran lembaga keamanan.
Di luar politik, pria ini punya sisi lain yang menarik. Dia dikenal mahir teknologi dan fasih berbahasa Arab serta Inggris. Karya tulisnya juga banyak, dengan puluhan buku dan artikel yang sudah diterbitkan. Jadi, meski bukan politisi tulen, bekalnya cukup lengkap.
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana dia dan dewan sementara ini mengelola negara dalam situasi yang belum pasti.
Artikel Terkait
Arab Saudi Bantah Lobi AS untuk Serang Iran, Sebut Komitmen pada Jalur Diplomasi
Arab Saudi Bantah Keras Laporan Washington Post Soal Lobi Serangan ke Iran
Satgas Cartenz Ungkap Peran Anggota KKB dalam Serangkaian Penembakan di Papua
Medvedev Peringatkan Kebijakan Trump Bisa Picu Perang Dunia III