Isu tentang keterlibatan Arab Saudi dalam serangan AS ke Iran belakangan ini ramai diperbincangkan. Rumor yang beredar menyebut, ada upaya lobi dari Riyadh kepada Gedung Putih. Intinya, otoritas Saudi diduga mendorong Presiden Donald Trump kala itu untuk mengambil tindakan militer terhadap Iran.
Laporan mendalam dari The Washington Post menguatkan desas-desus itu. Media ternama AS itu menyebut, lobi-lobi diam-diam telah berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Mereka mengutip setidaknya empat sumber yang mengetahui persoalan ini.
Namun begitu, kabar tersebut langsung dibantah keras oleh pihak Kerajaan. Melalui Kedutaan Besarnya di Washington, Saudi menyatakan klarifikasi resmi.
Fahad Nazer, juru bicara kedubes, dengan tegas membantah klaim WaPo itu. Pernyataannya disampaikan lewat platform media sosial X.
"Kerajaan Arab Saudi telah konsisten dalam mendukung upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan yang kredibel dengan Iran," tulis Nazer.
Dia menegaskan, "Tidak pernah dalam seluruh komunikasi kami dengan pemerintahan Trump, kami melobi Presiden untuk mengadopsi kebijakan yang berbeda."
Jadi, narasi yang berkembang dan penolakan resminya kini berhadap-hadapan. Satu sisi mengandalkan laporan investigatif, sisi lain bersandar pada penyangkalan diplomatik. Situasinya jadi agak rumit, dan publik tentu menunggu perkembangan lebih lanjut.
Artikel Terkait
Kisah Intel Kopassus yang Sembunyikan Istri Panglima GAM
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Maluku Tenggara, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Kemenpora dan Kemendiktisaintek Sepakati Kerja Sama Perkuat Olahraga Kampus
Anggota DPR Desak Promosi Wisata Banyumas Dioptimalkan lewat Media Sosial