Jelang Lebaran 2026, suasana di Desa Mayahan, Grobogan, terasa berbeda. Keriuhan warga memadati lapangan bukan untuk pasar malam, melainkan untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung meninjau Gerakan Pangan Murah (GPM) di lokasi itu, Senin lalu. Ia ingin memastikan program ini benar-benar menyentuh kebutuhan orang banyak.
“Kami akan kencangkan lagi pelaksanaan GPM mendekati hari raya,” ujar Luthfi.
Alasannya jelas: permintaan melonjak, harga rawan tak terkendali. Program ini diharapkan jadi penyeimbang, menjaga stabilitas harga komoditas strategis agar tak membebani kantong masyarakat. Di kesempatan yang sama, Luthfi juga menyerahkan bantuan, mulai dari modal usaha hingga cadangan pangan.
Menurut Sri Broto Rini, Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Jateng, gelaran GPM sudah digelar 308 kali sepanjang Februari-Maret 2026. Grobogan adalah salah satu titiknya. Pemprov memfasilitasi distribusi dengan bantuan transportasi, kemasan, hingga tenaga bongkar muat. Hasilnya? Harga jual di lapangan bisa ditekan hingga ke tingkat harga produsen, lebih murah ketimbang harga di pasar biasa.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 5,0 dan 5,1 Guncang Maluku Barat Daya dan Laut Banda, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Trump Buka Kemungkinan Kirim Pasukan Darat ke Iran Jika Terpilih Kembali
Mentan Perketat Koordinasi BRMP untuk Pacu Kemandirian Pangan di Papua
Ayatollah Alireza Arafi Ditunjuk Masuk Dewan Kepemimpinan Sementara Iran