Desakan di Jakarta: Indonesia Didorong Jadi Penengah Konflik Thailand-Kamboja

- Minggu, 14 Desember 2025 | 09:10 WIB
Desakan di Jakarta: Indonesia Didorong Jadi Penengah Konflik Thailand-Kamboja

Konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja belum juga reda. Situasi yang memanas ini menarik perhatian serius dari Jakarta. Di tengah gejolak, muncul desakan agar Indonesia turun tangan.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, secara tegas mendorong pemerintah untuk mengambil peran. Menurutnya, ini momentum bagi Indonesia untuk kembali menunjukkan kepiawaian diplomasinya.

"Komisi I DPR RI mendorong pemerintah Indonesia untuk berperan aktif sebagai mediator yang netral dan dipercaya, sesuai tradisi diplomasi kita," ujar Dave kepada wartawan, Minggu (14/12/2025).

"Dengan komitmen terhadap perdamaian, Indonesia dapat memastikan konflik tidak meluas dan Asia Tenggara tetap stabil, aman, serta sejahtera," lanjutnya.

Dave tak memandang sebelah mata dampak konflik ini. Perang yang berlarut-larut, dalam pandangannya, bisa memicu gelombang ketidakpastian. Efeknya berpotensi merembet ke negara-negara tetangga, menciptakan masalah keamanan yang kompleks.

Indonesia sendiri, kata dia, mustahil bisa abai. Ancaman terhadap stabilitas domestik sangat nyata, mulai dari infiltrasi paham ekstrem, maraknya aktivitas ilegal di perbatasan, sampai gangguan di wilayah maritim. Semua itu bisa jadi konsekuensi jika perang terus berkecamuk.

"Indonesia harus bersikap tegas namun tetap diplomatis dengan menolak kekerasan, mendorong dialog, dan menjaga stabilitas kawasan," tegas Dave.

Ia menambahkan, "Perdamaian bukan hanya kepentingan Thailand dan Kamboja, tetapi juga seluruh Asia Tenggara."

Di sisi lain, Dave melihat peluang itu ada. Rekam jejak Indonesia dalam menyelesaikan konflik di kawasan dinilainya cukup mentereng. Itu jadi modal berharga. Peluang untuk menjadi pendorong perdamaian terbuka lebar, asalkan ada kemauan politik yang kuat dari semua pihak.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler