"Mahal itu," ucap Zulhas blak-blakan. "Rp100 ribu lebih satu kilo kan? Siapa mau beli?"
Yang bakal membeli, lanjutnya, ya segelintir kalangan saja. Seperti pemilik restoran Jepang atau mereka yang memerlukan jenis khusus untuk alasan kesehatan. Bagi pemerintah, ini murni persoalan ceruk pasar yang spesifik, bukan indikasi gagalnya swasembada.
Dengan penjelasan itu, Zulhas berharap publik tak resah. Impor dalam jumlah terbatas ini dipastikan tidak akan menggoyah pasar beras nasional. Beras lokal untuk konsumsi harian rakyat tetap jadi prioritas dan tidak tergantikan.
(Febrina Ratna Iskana)
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 5,0 dan 5,1 Guncang Maluku Barat Daya dan Laut Banda, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Trump Buka Kemungkinan Kirim Pasukan Darat ke Iran Jika Terpilih Kembali
Mentan Perketat Koordinasi BRMP untuk Pacu Kemandirian Pangan di Papua
Ayatollah Alireza Arafi Ditunjuk Masuk Dewan Kepemimpinan Sementara Iran