Ahli Ingatkan Bahaya Overhidrasi: Minum Air Berlebihan Bisa Bebani Ginjal

- Senin, 02 Maret 2026 | 22:15 WIB
Ahli Ingatkan Bahaya Overhidrasi: Minum Air Berlebihan Bisa Bebani Ginjal

Lalu, bagaimana cara tahu kita cukup minum? Selama ini, warna urine dianggap indikator utama. Tapi menurut ahli ini, urine nggak harus selalu bening seperti air putih. Justru urine yang terlalu jernih bisa jadi tanda overhidrasi. Sebaliknya, warna kuning pucat itu sudah menunjukkan hidrasi yang cukup. Kalau warnanya kuning pekat atau keemasan tua, itu sinyal dehidrasi artinya, Anda perlu segera minum.

Masalahnya, rasa haus seringkali baru muncul saat kita sudah mengalami dehidrasi ringan. Tenggorokan kering atau keinginan untuk minum itu sebenarnya sudah adalah alarm tubuh yang agak terlambat.

Kelompok tertentu, seperti anak kecil dan lansia, seringkali kurang peka dengan sinyal haus ini. Selain mereka, atlet, orang yang sedang sakit demam atau diare, dan mereka yang tinggal di daerah panas, harus lebih proaktif menjaga cairan tubuh. Jangan cuma mengandalkan rasa haus.

Secara umum, orang dewasa butuh total cairan sekitar 2-3 liter per hari, termasuk yang dari makanan. Kebutuhan anak-anak tentu lebih sedikit, menyesuaikan usia dan ukuran badan.

Tapi ada catatan penting. Bagi orang dengan kondisi medis tertentu, aturannya berbeda. Dr. Gupta menekankan, penderita penyakit ginjal, jantung, atau masalah kesehatan serius lainnya harus benar-benar mengikuti saran dokter. Dalam beberapa kasus, justru pembatasan cairan yang dianjurkan.

Jadi, pesannya jelas: dengarkan tubuh, perhatikan tanda-tandanya, dan jangan terjebak mitos bahwa semakin banyak air semakin baik. Cukup itu kuncinya.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar