Sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bamsoet memaparkan lebih lanjut. Dalam berbagai pertemuan kebangsaan, terutama bersama pimpinan MPR periode 2019-2024, Try Sutrisno kerap menyatakan pandangannya. Menurutnya, amendemen konstitusi adalah produk sejarah yang lahir dari semangat Reformasi. Namun begitu, setiap produk sejarah itu tetap terbuka untuk dikaji ulang. Apalagi jika ada hal-hal yang dirasa kurang cocok dengan perkembangan zaman.
jelas Bamsoet.
Bamsoet menekankan, keinginan Try Sutrisno untuk meninjau ulang amendemen UUD 1945 sama sekali bukan keinginan untuk mundur ke belakang. Justru sebaliknya. Ia ingin memastikan bahwa perubahan yang telah terjadi benar-benar membawa pengaruh positif, benar-benar memperkuat pondasi negara.
Di sisi lain, dalam setiap pertemuan, almarhum tak pernah lupa mengingatkan pentingnya Pancasila. Kekhawatirannya jelas: jika sistem politik kita menjadi terlalu pragmatis dan liberal, tanpa ada kontrol ideologis yang kuat, maka jati diri bangsa bisa tergerus sedikit demi sedikit.
Intinya, bagi Try Sutrisno, ada tiga pilar yang tak boleh goyah.
pungkas Bamsoet menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Dubes Iran Kecam Serangan AS-Israel Hancurkan Rumah Sakit dan Sekolah di Ramadan
Kejagung Geledah 20 Lokasi di Medan dan Riau untuk Usut Korupsi Limbah Sawit
Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman 20 Hari ke Depan Meski Selat Hormuz Ditutup
Anggota DPR Bantah Program Makan Bergizi Gerus Dana Infrastruktur Pendidikan