Keadaan sebenarnya sudah mulai memanas sejak pagi hari. Menurut saksi mata di lapangan, termasuk jurnalis AFP yang melaporkan dari Beirut, beberapa ledakan keras telah terdengar di area ibu kota Lebanon itu pada Senin pagi waktu setempat. Momen itu bersamaan dengan pengumuman militer Israel bahwa pasukannya mulai menyerang target-target Hizbullah di seluruh Lebanon.
Serangan besar-besaran ini bukan tanpa pemicu. Aksi Israel muncul sebagai respons atas peluncuran rudal dan drone dari wilayah Lebanon ke wilayahnya. Yang menarik, ini adalah serangan pertama Hizbullah terhadap Israel sejak kesepakatan gencatan senjata November 2024 lalu sebuah jeda yang mengakhiri lebih dari setahun pertikaian sengit antara mereka.
Di sisi lain, militer Israel juga merilis pernyataan terpisah pada hari Senin. Isinya menyebut bahwa pasukan mereka telah "secara tepat menyerang" para anggota senior Hizbullah di wilayah Beirut, ditambah satu serangan lagi yang difokuskan di wilayah selatan Lebanon. Situasinya jelas sedang tidak baik-baik saja, dan ketegangan sepertinya akan terus berlanjut.
Artikel Terkait
Dubes Iran Kecam Serangan AS-Israel Hancurkan Rumah Sakit dan Sekolah di Ramadan
Kejagung Geledah 20 Lokasi di Medan dan Riau untuk Usut Korupsi Limbah Sawit
Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman 20 Hari ke Depan Meski Selat Hormuz Ditutup
Anggota DPR Bantah Program Makan Bergizi Gerus Dana Infrastruktur Pendidikan