Lantas, bagaimana isu mark up ini bisa mencuat? Ternyata, keluhan sudah berdatangan lebih dulu. Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, mengaku mendapat banyak laporan pada 24 Februari lalu.
Para mitra di lapangan dituding sering main-main dengan harga. Bahan baku pangan untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harganya digelembungkan, bahkan melampaui HET atau Harga Eceran Tertinggi. Yang lebih parah, kualitas bahan yang dikirim pun seringkali di bawah standar jelek, pokoknya.
Menyikapi hal itu, Nanik punya pesan tegas. Ia meminta para Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, hingga pengawas gizi di lapangan untuk bersikap kukuh. Jangan mudah tergiur atau mengikuti kemauan mitra yang nakal.
Semua mata kini tertuju pada langkah KPK selanjutnya. Kajian yang sedang digarap diharapkan bisa menjadi tameng, mencegah dana untuk perbaikan gizi anak bangsa dikorupsi di tengah jalan.
Artikel Terkait
Hillcon Masuk Papan Pemantauan Khusus Tahap II, Saham Anjlok 77% dalam Sebulan
Pemerintah Kalsel Pastikan Stok Pangan Aman hingga Lebaran Meski Harga Naik
Istri Pengusaha Ternama Tewas dalam Kecelakaan Moge di Kulon Progo
Gubernur DKI Usulkan Haul Tahunan untuk Ulama Betawi di Monas