Kekerasan ini disebutnya berlangsung intens, nyaris empat tahun terakhir. Yang lebih menyayat, sebenarnya sudah ada yang mencoba mencegah. Keluarga besar dan orang terdekat kerap mengingatkan kedua orang tua itu agar berhenti menyakiti anaknya.
Tapi ingatan itu selalu mentah. Jawaban yang diterima selalu sama, dingin dan penuh pembenaran.
"Setiap diingatkan, jawaban ayahnya cuma satu: 'Itu anak saya, urusan saya'," tutur Diyah menirukan.
Seolah-olah kalimat itu jadi tameng untuk terus berlaku semena-mena. Upaya peringatan dari lingkungan sekitar seperti mentah di tangan, tak digubris sama sekali. Akhirnya, yang tersisa hanya kepasrahan dan sebuah tragedi yang sebenarnya bisa dicegah.
Artikel Terkait
KPK Perluas Penyidikan Suap Bea Cukai ke Dua Produsen Rokok
Ahli Ingatkan Bahaya Overhidrasi: Minum Air Berlebihan Bisa Bebani Ginjal
Bamsoet Ungkap Pesan Terakhir Try Sutrisno: Tinjau Ulang Amandemen UUD 1945
Israel Klaim Tewaskan Kepala Intelijen Hizbullah dalam Serangan di Beirut