Usai meresmikan JPO Sarinah di Jakarta Pusat, Senin lalu, Gubernur Pramono Anung mengungkapkan sebuah tawaran yang sempat ia lontarkan. Ia ingin agar jembatan penyeberangan orang itu bisa terhubung langsung ke dalam gedung Sarinah. Sayangnya, rencana itu belum juga terealisasi sampai sekarang.
Alasannya? Soal status bangunan itu sendiri.
"Sebenarnya kami sudah menawarkan JPO ini masuk langsung ke Sarinah," kata Pramono kepada para wartawan.
"Tetapi kan Sarinah ini, apa, heritage, cagar budaya. Mereka masih ingin mempertahankan itu," jelasnya.
Padahal, menurut sang Gubernur, koneksi langsung itu bakal memberi keuntungan ganda. Bayangkan saja, para pengguna Transjakarta yang turun di halte dekat situ bisa langsung masuk ke Sarinah tanpa harus keluar ke jalan lagi. Pasti lebih nyaman. Di sisi lain, laluan pengunjung ke gedung legendaris itu juga dipastikan akan bertambah.
"Sebab kalau ini bisa masuk di Sarinah, bagi Sarinah juga menguntungkan," ujarnya.
"Ini dilakukan seperti ini karena memang mereka masih belum bersedia untuk membuka diri," tambah Pramono.
Artikel Terkait
Jabar Gandeng UI untuk Inkubasi 200 IKM Siap Ekspor
KPK Petakan Titik Rawan Korupsi di Program Makan Bergizi Gratis
Andre Rosiade Salurkan 5.000 Paket Sembako dan Janjikan Program Jangka Panjang di Dharmasraya
Polresta Serang Kota Tangkap Otak Pencurian Motor yang Juga Edarkan Sabu