Saat ditanya wartawan fasilitas mana yang dimaksud, jawabannya singkat: "Natanz." Sayangnya, Najafi tak mau berkomentar lebih jauh. Ia sama sekali tidak menjelaskan dampak serangan terbaru itu.
Ini bukan kali pertama Natanz merasakan hantaman. Kompleks yang terletak sekitar 250 km di selatan Teheran ini sebelumnya sudah pernah dibom selama perang 12 hari di Juni tahun lalu. Kala itu, dua fasilitas lain, Fordow dan Isfahan, juga ikut menjadi sasaran.
Natanz bukan tempat sembarangan. Ia dikenal sebagai pusat pengayaan uranium terbesar yang dimiliki Iran. Menurut sejumlah analis, situs inilah tempat Iran merakit dan mengembangkan sentrifugal peralatan krusial untuk mengubah uranium menjadi bahan bakar nuklir.
Serangan terbaru ini tentu mengundang banyak tanya. Apa motif persisnya dan bagaimana dampak jangka panjangnya terhadap program nuklir Iran, masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan.
Artikel Terkait
Andre Rosiade Salurkan 5.000 Paket Sembako dan Janjikan Program Jangka Panjang di Dharmasraya
Polresta Serang Kota Tangkap Otak Pencurian Motor yang Juga Edarkan Sabu
Kemacetan Parah Landa Tol Jakarta-Tangerang, Perjalanan 35 Menit Membengkak Jadi 3 Jam
Kemenag Ingatkan Perbedaan Visa Haji dan Umrah, Sanksi Penyalahgunaan Bisa Denda Ratusan Juta