Iran akhirnya mengakui. Salah satu situs nuklirnya, tepatnya di Natanz, menjadi target serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Minggu lalu. Sejauh ini, belum ada rincian resmi soal tingkat kerusakan atau apakah ada ancaman bahaya bagi warga sekitar.
Pengakuan itu disampaikan langsung oleh Duta Besar Iran untuk badan pengawas nuklir PBB, Reza Najafi. Dalam pertemuan dewan gubernur IAEA yang dihadiri 35 negara, Najafi menyampaikan protes keras.
"Mereka kembali menyerang fasilitas nuklir Iran yang damai dan dilindungi kemarin,"
ujarnya kepada para wartawan yang meliput forum tersebut, seperti dilaporkan Reuters dan Al Jazeera, Senin.
Artikel Terkait
Andre Rosiade Salurkan 5.000 Paket Sembako dan Janjikan Program Jangka Panjang di Dharmasraya
Polresta Serang Kota Tangkap Otak Pencurian Motor yang Juga Edarkan Sabu
Kemacetan Parah Landa Tol Jakarta-Tangerang, Perjalanan 35 Menit Membengkak Jadi 3 Jam
Kemenag Ingatkan Perbedaan Visa Haji dan Umrah, Sanksi Penyalahgunaan Bisa Denda Ratusan Juta