Langkah konkretnya, layanan kesehatan mental akan disinkronkan hingga ke tingkat puskesmas. Nantinya, setiap puskesmas diwajibkan memiliki layanan psikologi klinis.
Mekanismenya kurang lebih begini. Asesmen awal akan dilakukan oleh Guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah. Jika ditemukan indikasi tertentu, siswa akan dirujuk ke puskesmas untuk penanganan lebih lanjut oleh psikolog.
Tak cuma itu, psikolog juga akan memberikan pelatihan kepada para Guru BK. "Jadi mereka bisa mendeteksi lebih dini," jelas Farhan.
Perubahan perilaku siswa menjadi sinyal penting. Misalnya, anak yang biasanya ceria tiba-tiba jadi pendiam dan menyendiri. Atau, siswa berprestasi yang mendadak kehilangan gairah belajar. Hal-hal semacam itulah yang akan dicatat dan dikaji lebih jauh.
Artikel Terkait
Polresta Serang Kota Tangkap Otak Pencurian Motor yang Juga Edarkan Sabu
Kemacetan Parah Landa Tol Jakarta-Tangerang, Perjalanan 35 Menit Membengkak Jadi 3 Jam
Kemenag Ingatkan Perbedaan Visa Haji dan Umrah, Sanksi Penyalahgunaan Bisa Denda Ratusan Juta
Borneo FC Pecah Tradisi, Dapat Akses Latihan di Lapangan Utama JIS