Jadi, bukan cuma pangkalan udara di darat yang jadi sasaran. Kapal-kapal militer AS yang beroperasi di perairan Samudra Hindia bagian utara juga diklaim menjadi target tembakan Teheran. Serangan ini, bagi Iran, adalah bagian dari gelombang pembalasan.
Semuanya berawal dari Sabtu (28/2) lalu. Saat itu, Washington dan Israel membombardir posisi-posisi Iran. Sejak itulah, Teheran menjanjikan respons. Dan kini, mereka menepatinya dengan rentetan serangan yang sudah memasuki hari ketiga ke negara-negara Teluk yang diketahui menampung pasukan AS.
Kuwait, misalnya. Negeri kecil itu diperkirakan menjadi tempat penempatan sekitar 13.500 tentara Amerika. Pangkalan Ali Al Salem yang diserang jelas merupakan aset strategis. Dengan menyerangnya, Iran mengirim pesan yang keras dan jelas.
Namun begitu, situasinya masih berkembang. Serangan ini menandai babak baru ketegangan yang makin memanas di kawasan yang sudah rentan itu. Apa yang terjadi selanjutnya, semua mata tertuju pada respons Washington dan sekutunya.
Artikel Terkait
Lippo Cikarang (LPCK) Capai Target Penjualan Rp1,65 Triliun, Pendapatan Melonjak 133%
MK Hapus Frasa Tidak Langsung dalam Pasal 21 UU Tipikor untuk Cegah Pasal Karet
Dubes Iran di Jakarta Tolak Signifikansi Reza Pahlavi Usai Wafatnya Khamenei
BPJS Ketenagakerjaan Permudah Klaim Manfaat, Bisa Dilakukan Secara Online