“Bantuan perbaikan rumah disalurkan melalui BNPB dengan kategori rusak ringan Rp 15 juta, rusak sedang Rp 30 juta, dan rusak berat Rp 60 juta,”
kata Tito dalam keterangan tertulis yang dirilis Senin (2/3). Pernyataan itu ia sampaikan dalam rapat perkembangan di Kantor Kemendagri, Jakarta, pekan sebelumnya.
Di sisi lain, ada juga bantuan pembiayaan hidup lain. Sebut saja stimulus ekonomi senilai Rp 5 juta, plus bantuan perabotan rumah tangga seharga Rp 3 juta untuk korban bencana. Jadup Rp 15 ribu per hari itu melengkapi paket tersebut.
Tito berharap semua bantuan bisa secepatnya diterima. Terutama agar beban penyintas tidak terlalu berat menyambut Ramadan nanti. Ia pun mendorong Pemda dan BPS untuk mempercepat validasi data. Tujuannya jelas: penyaluran bantuan lancar dan pemulihan kehidupan bisa segera terasa di tingkat warga.
Artikel Terkait
Dua Pelaku Pencurian Motor di Tangsel Diringkus Warga Saat Berbuka Puasa
Kapolri Sorot Dampak Ekonomi dari Operasi Ketupat 2026
Metro TV Siarkan Program Ramadan dan Berita 24 Jam pada Selasa, 3 Maret 2026
Wakil Ketua MPR Peringatkan Ketegangan Selat Hormuz Ancam Stabilitas Harga Minyak Indonesia