Ketua Umum YBM PLN, Sulistyo Biantoro, menekankan hal serupa. Menurutnya, dukungan ini dirancang untuk memperkuat nilai kepedulian dan, yang tak kalah penting, mendorong kemandirian.
"Ramadan menjadi momentum bagi kita semua untuk menghadirkan kepedulian nyata melalui aksi berbagi yang memberi harapan, mempererat solidaritas sosial, serta mendorong kemandirian masyarakat," jelas Sulistyo.
Yang menarik, kegiatan ini juga melibatkan dunia kampus. Kolaborasi dengan Institut Teknologi PLN ini dimaksudkan untuk memperluas dampak sosial sekaligus memberi edukasi kepada anak-anak muda.
Rektor IT PLN, Iwa Garniwa, pun menyambut baik langkah ini. Ia menilai kolaborasi semacam ini bisa memperkuat kepedulian sosial di lingkungan akademik sekaligus langsung menyentuh masyarakat.
Bagi Iwa, acara bagi-bagi bingkisan ini bukan sekadar seremonial belaka. Lebih dari itu, ini adalah sarana untuk menumbuhkan empati dan kebersamaan.
"Ramadan mengajarkan bahwa keberkahan tidak hanya diukur dari apa yang kita miliki, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada sesama," pungkasnya.
Jadi, lewat program ini, ada harapan agar bantuan yang diberikan tak hanya meringankan beban, tapi juga menyebarkan semangat berbagi yang lebih dalam.
Artikel Terkait
Dua Pelaku Pencurian Motor di Tangsel Diringkus Warga Saat Berbuka Puasa
Kapolri Sorot Dampak Ekonomi dari Operasi Ketupat 2026
Metro TV Siarkan Program Ramadan dan Berita 24 Jam pada Selasa, 3 Maret 2026
Wakil Ketua MPR Peringatkan Ketegangan Selat Hormuz Ancam Stabilitas Harga Minyak Indonesia