Serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat ke Iran ternyata memicu gelombang efek yang jauh lebih besar. Kini, Selat Hormuz jalur laut super vital untuk minyak dan gas dunia terancam ditutup oleh Iran. Situasinya benar-benar memanas.
Menurut kabar yang beredar, Garda Revolusi Iran sudah mengeluarkan peringatan keras. Intinya, selat itu dinyatakan tidak aman untuk dilintasi siapa pun. Faktor keamanan jadi alasan utamanya, menyusul aksi militer AS-Israel dan respons balasan dari Teheran.
Kantor berita Tasnim melaporkan pernyataan resmi dari Garda Revolusi.
"Berbagai kapal telah kami peringatkan. Kondisi di sekitar selat sedang tidak aman akibat agresi militer AS dan Israel, serta tanggapan Iran. Melewati wilayah ini saat ini berisiko tinggi," begitu bunyi laporannya, seperti dikutip AFP, Minggu (1/3/2026).
Pernyataan itu tidak secara gamblang menyebut "penutupan", tapi implikasinya jelas. Lalu lintas kapal dan tanker dihentikan. Pada praktiknya, selat itu sudah tidak bisa dilewati.
Artikel Terkait
Netanyahu Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan, Iran Bantah
BGN Tutup 47 Dapur Makanan Gratis Ramadan karena Tak Penuhi Standar Mutu
Iran Balas Serangan Israel dengan Luncurkan Rudal, Sirene Peringatan Berbunyi
Presiden Prabowo Sampaikan Harapan Damai dan Optimisme di Perayaan Imlek Nasional