"Dengan penghentian lalu lintas kapal dan tanker melalui Selat Hormuz, selat tersebut pada dasarnya telah ditutup," tegas keterangan resmi mereka.
Informasi serupa juga dilaporkan Gulf News. Kapal-kapal yang berada di perairan sekitar telah mendengar pengumuman serupa melalui siaran radio. Peringatannya langsung: tidak ada izin melintas untuk sementara waktu.
Ini masalah besar. Selat Hormuz bukan jalur sembarangan. Letaknya di Teluk Arab dan menjadi urat nadi energi global terutama bagi sekutu-sekutu AS. Ketegangan meledak setelah serangan rudal AS dan Israel pada Sabtu lalu.
Posisi geografis Iran memberi pengaruh besar. Negeri itu berada di pesisir utara selat dan mengendalikan akses utamanya. Dengan kata lain, Teheran punya kendali signifikan atas jalur yang bukan hanya untuk ekspor minyaknya sendiri, tapi juga untuk sebagian besar pasokan energi dunia. Sekarang, kendali itu mereka gunakan.
Artikel Terkait
Netanyahu Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan, Iran Bantah
BGN Tutup 47 Dapur Makanan Gratis Ramadan karena Tak Penuhi Standar Mutu
Iran Balas Serangan Israel dengan Luncurkan Rudal, Sirene Peringatan Berbunyi
Presiden Prabowo Sampaikan Harapan Damai dan Optimisme di Perayaan Imlek Nasional