Jembrana, Bali – Pintu gerbang utama Bali dari arah Jawa, Terminal Gilimanuk, kini punya sistem baru. Pemerintah Kabupaten Jembrana resmi mengoperasikan e-retribusi di area manuver dan terminal tersebut. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya digitalisasi layanan publik yang lebih transparan.
Kalau dulu bayar retribusi pakai uang tunai, sekarang beda. Sistemnya sudah non-tunai. Pengguna bisa memilih, bayar pakai kartu uang elektronik atau scan QRIS. Tujuannya jelas: memangkas potensi kebocoran pendapatan daerah dan mempercepat transaksi, terutama saat arus kendaraan membludak.
Bayangkan saja, saat musim mudik Lebaran atau libur panjang, antrean kendaraan di Gilimanuk bisa panjang sekali. Dengan sistem digital, prosesnya diharapkan lebih lancar. Tidak perlu lagi cari-cari receh atau menunggu lama.
Untuk memastikan semuanya siap, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, turun langsung ke lapangan. Dia mengecek perangkat pemindai, sistem QRIS, hingga kesiapan petugas. Semua harus optimal sebelum sistem ini berjalan penuh.
Menurut Patriana Krisna, ini baru langkah awal. Digitalisasi di Gilimanuk nantinya bisa jadi contoh untuk titik-titik retribusi lain di Jembrana.
“Lewat sistem ini, pengelolaannya jadi lebih tertib dan terintegrasi,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Artikel Terkait
Netanyahu Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan, Iran Bantah
BGN Tutup 47 Dapur Makanan Gratis Ramadan karena Tak Penuhi Standar Mutu
Iran Balas Serangan Israel dengan Luncurkan Rudal, Sirene Peringatan Berbunyi
Presiden Prabowo Sampaikan Harapan Damai dan Optimisme di Perayaan Imlek Nasional