Di sisi lain, Kepala PLBN Badau Wendelinus Fanu sudah memikirkan langkah selanjutnya. Ia berencana memperluas jenis produk yang diekspor. Strategi ini bagian dari upaya penguatan perdagangan lintas batas yang lebih serius.
"Ke depan, kami tidak hanya fokus pada ikan atau hasil pertanian saja," tegas Fanu. "Kami ingin membuka peluang bagi produk unggulan lain dari masyarakat perbatasan. Dengan sinergi solid antar instansi, potensi daerah yang memenuhi syarat bisa berkembang dan jangkau pasarnya lebih luas."
Angkanya pun cukup menggembirakan. Catatan dari Januari hingga Februari 2026 menunjukkan nilai ekspor ikan lewat PLBN Badau tembus Rp907,4 juta. Tren ini mengindikasikan aktivitas dagang di perbatasan terus menggeliat dan memberi dampak ekonomi yang nyata.
Pada akhirnya, fasilitasi seperti ini menunjukkan komitmen untuk memperkuat kolaborasi. Tujuannya jelas: meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditas lokal. Jika peran PLBN sebagai simpul perdagangan kian kuat, harapannya pertumbuhan ekonomi masyarakat akan berkelanjutan. Perlahan, kawasan perbatasan tak lagi dipandang sebagai teritori terpencil, melainkan beranda depan negara yang produktif.
Artikel Terkait
Taliban Tawarkan Dialog ke Pakistan di Tengah Korban Berjatuhan di Perbatasan
Jadwal Imsak dan Salat untuk Jakarta dan Kepulauan Seribu Hari Ini, 1 Maret 2026
Netanyahu Klaim Serangan Hancurkan Kompleks Khamenei, Iran Bungkam
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Surabaya 1 Maret 2026